Travel Note

Tips Wisata dan Jalan-Jalan

5 Persiapan Sebelum Berwisata Adrenalin

April 15th, 2014

5 Persiapan Sebelum Berwisata Adrenalin

5 Persiapan Sebelum Berwisata Adrenalin

Arung jeram, bungee jumping bahkan flying fox pun bisa menjadi wahana wisata adrenalin yang menegangkan sekaligus seru. Namun, wisata macam ini harus menomorsatukan aspek keselamatan. Untuk itu, ada 5 hal yang harus dipersiapkan.

Wisata adrenalin memiliki risiko cedera bahkan tak mustahil merenggut nyawa. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi memang ada persiapan khusus sebelum melakukan wisata adrenalin. Inilah 5 persiapan sebelum berwisata adrenalin.

1. Keselamatan nomor satu

Ini adalah poin yang sangat penting dan tidak bisa ditawar. Baik ketika Anda melakukan cave tubing, panjat tebing, bahkan naik wahana roller coaster sekalipun, ingatlah faktor keselamatan dan keamanan.

Pastikan tempat yang Anda datangi serius dalam menjaga keselamatan wisatawan yang datang. Cari informasi dari teman sampai informasi di internet mengenai destinasi wisata adrenalin tersebut. Pastikan kalau faktor keselamatan sudah menjadi standar di tempat itu.

2. Operator yang profesional

Kita harus memastikan operator wisata adrenalin yang kita datangi adalah operator yang profesional. Jangan nekat bungee jumping misalnya, dengan operator yang abal-abal. Pastikan mereka bersertifikasi untuk melakukan kegiatan mereka.

Jika mereka operator wisata diving, pastikan mereka memiliki sertifikasi misalnya dari PADI. Untuk tempat semacam taman hiburan, semestinya mereka sudah mengantungi izin operasi dari pihak berwenang terkait, misalnya dari pemerintah kabupaten/kota atau dinas pariwisata. Izin operasi itu menunjukan kalau operator memang profesional.

3. Baca baik-baik aturan dan larangan

Setelah kita yakin dengan operator yang profesional dan faktor keselamatan yang dijaga, belum berarti kita bisa langsung menjajal wisata adrenalin. Wisata semacam ini biasanya memiliki sejumlah syarat, aturan dan larangan agar bisa melakukan kegiatan mereka.

Wahana adrenalin di taman hiburan misalnya, punya syarat tinggi badan, tidak berpenyakit jantung dan bukan wanita hamil. Aturan dan larangan ini bukan main-main, melainkan terkait dengan keselamatan turis itu sendiri. Kalau ternyata kita tidak memenuhi syarat, jangan dipaksakan daripada mempertaruhkan keselamatan jiwa. Jangan khawatir, masih banyak kegiatan asyik lainnya yang lebih aman.

4. Patuh dengan instruktur

Orang yang paling penting saat wisata adrenalin adalah para instruktur. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab dengan keselamatan wisatawan entah itu saat diving, naik balon udara atau meluncur dalam flying fox.

Dengarkan dengan serius arahan dari mereka. Ketika mereka memberi petunjuk penggunaan alat SCUBA saat diving, atau instruktur rafting memberi arahan untuk mendayung perahu karet, perhatikanlah dengan sungguh-sungguh. Jangan ragu bertanya kalau ada yang tidak kita pahami. Semua itu demi keselamatan kita semua.

5. Have fun tapi jangan lengah

Bersuka ria dan bercanda sah-sah saja dilakukan saat berwisata adrenalin. Tapi, jangan berlebihan dan apalagi sampai membuat kita lengah dan buntutnya malah mencelakakan diri sendiri.

Menggoda teman yang takut ketinggian saat akan bungee jumping, mungkin lucu. Nah, kalau sampai dia panik dan akhirnya celaka tentu itu menjadi hal yang harus kita hindari bersama. Travel Note.

5 Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

April 15th, 2014

5 Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

5 Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

Mendaki Gunung semakin menjadi trend bagi para traveller akhir-akhir ini. Film-film yang menceritakan tentang pendakian adalah salah satu pemicunya. Bagi para penikmat alam pemandangan yang ditawarkan oleh Gunung selalu mengundang decak kagum. Namun mendaki gunung tidaklah semudah yang anda fikirkan. Dalam mendaki gunung selain harus mempunyai fisik yang prima juga harus disertai dengan persiapan yang matang serta pengetahuan yang cukup. Beberapa kejadian beberapa waktu lalu tentang tewasnya beberapa pendaki adalah contoh konkrit bahwa mendaki gunung tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bagi yang sudah berpengalaman mungkin hal ini bukanlah hal baru. Namun bagi anda pendaki pemula yang sebelumnya belum sekalipun melakukan pendakian sebaiknya perhatikan beberapa persiapan mendaki gunung sebagai berikut.

Persiapan Sebelum Mendaki Gunung:

1. Olah Raga Seminggu Sebelum Pendakian
Jika anda bukan seorang atlit, usahakan berolahraga setiap hari selama seminggu sebelum pendakian. Hal ini dikarenakan dalam pendakian diperlukan stamina dan tenaga yang ekstra. Jika tanpa persiapan fisik yang matang, bisa saja ditengah perjalanan anda akan kelelahan, fisik ngedrop, bahkan bisa juga mengalami cedera. Dalam melakukan olah raga ini bisa dilakukan dengan cara apa saja seperti skot jump, jogging, sit up atau push up.

2. Mengenali Karakteristik Gunung Yang Akan Didaki
Setiap gunung mempunyai karakteristik yang tidak sama, untuk itu kenalilah agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya secara tepat. Anda bisa searching di internet atau bertanya kepada yang sudah berpengalaman untuk mengenali karakteristik gunung. Sebagai contoh saja jika anda ingin mendaki Gunung Sindoro maka anda harus membawa persiapan air minum yang banyak mengingat di gunung tersebut tidak tersedia sumber mata air.

3. Menyiapkan Segala Peralatan Mendaki Dengan Tepat
Persiapan ini sangat penting untuk dilakukan. Tanpa membawa peralatan mendaki yang tepat, alam bisa mengancam nyawa kita sewaktu-waktu. Misal ditengah perjalanan terjadi hujan lebat, maka kita harus bertahan dengan peralatan yang ada. Peralatan-peralatan yang sering dibawa oleh para pendaki diantaranya: Sepatu tracking, tas carrier, sleeping bag, head lamp, matras, golok, jas hujan, alat masak, alat makan, kaos kaki, kaos tangan, korek api, P3K, serta peluit. Sebaiknya barang-barang yang tidak terlalu penting tidak usah dibawa karena hanya akan menggangu perjalanan.

4. Melakukan Packing dengan Benar
Jika semua peralatan sudah didapatkan maka langkah selanjutnya tinggal mengemas atau mempacking ke dalam tas. Namun dalam hal packing ini tidak boleh sembarangan. Jika dilakukan dengan sembarangan bisa-bisa nyawa adalah taruhanya. Misalnya ketika anda mempacking secara asal sehingga menjadi berat sebelah, maka ketika anda berjalan di jalur yang terjal atau ditepi jurang bisa saja terjungkal karena badan tidak seimbang. Dalam mempacking tempatkan barang-barang yang intensitas pemakainya sedikit seperti sleeping bag ditempat paling bawah. Dan sebaliknya barang-barang yang dibutuhkan secara tiba-tiba seperti jas hujan ditempat paling atas. Usahakan jangan ada ruang kosong didalam tas dan buatlah posisi tas seimbang. Cara mengecek keseimbangan tas ini adalah tas harus bisa berdiri, beri sedikit pukulan pada bagian atas. Jika tas kemudian roboh itu berarti tas belum seimbang.

5. Berdoa sebelum mendaki
Bukan menjadi hal tabu lagi kalau di gunung memang ada penghuni lain. Anda boleh percaya atau tidak tapi kenyataanya ada beberapa pendaki yang tersesat yang diduga diganggu oleh hal yang tak kasat mata. Yang jelas sebelum mendaki berdolah kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberi keselamatan selama melakukan pendakian.

Itulah kelima persiapan yang sebaiknya anda lakukan sebelum mendaki gunung yang dirangkum dalam Travel Note. Semoga informasi ini bisa membantu anda. Terakhir dalam mendaki gunung tetaplah menjaga kelestarianya. Jangan biarkan alam ini kotor oleh para tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Travel Note

Tips Wisata dan Jalan-Jalan