Travel Note

Tips Wisata dan Jalan-Jalan

Asal Usul Kue Kering

August 20th, 2018

Kue kering adalah hidangan yang selalu ada di hampir setiap rumah. Terutama di kalangan masyarakat dengan tingkat perekenomian menengah ke atas. Kue kering biasanya disajikan bersama dengan teh dan kopi hangat untuk menjamu tamu atau untuk sekedar bersantai bersama keluarga. Kue kering biasanya dibuat dengan banyak variasi, seperti kue kering keju, kue kering coklat, kastangel, nastar dan sebagainya. Kue ini menjadi salah satu hidangan wajib saat hari raya keagamaan dan perayaan-perayaan lainnya. Tapi pernahkah Anda memikirkan, dari mana asal usul kue kering? Siapa yang pertama kali membuat kue yang sangat terkenal ini? Serta bagaimana kisahnya hingga kue ini bisa menjadi salah satu kue yang sangat digemari di Indonesia?

Ternyata sejarah kue kering tidak terlepas dari kebudayaan Islam. Kue kering pertama kali dibuat di Persia secara tidak sengaja pada abad ke 7 masehi. Pada masa itu, penggunaan oven saat membuat masakan dan kue masih sangat sulit. Orang-orang masih kesulitan memanggang makanan dengan suhu yang tepat. Sehingga untuk memperkirakan suhu pemanggang, para pembuat kue biasanya menjatuhkan sedikit adonan kue mereka ke atas loyang. Adonan kue yang sengaja dijatuhkan itu ternyata memiliki cita rasa tersendiri. Adonan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal kue kering.

Kue kering pada masa itu disajikan dalam bentuk yang tipis dan kecil. Panganan ini hanya disajikan kepada kaum bangsawan. Kemudian pada sekitar abad ke 14, panganan ini mulai tersebar dan diminati di negara-negara Eropa. Bermula dari penaklukan Spanyol oleh pasukan Muslim. Makanan ini menjadi populer di masyarakat kelas menengah ke atas di Eropa. Hingga beberapa masa kemudian kue ini akhirnya dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat di Eropa. Seiring penyebarannya, adonan yang digunakan untuk membuat kue kering pun mulai divariasikan. Biasanya warga setempat menambahkan adonan kue kering dengan rempah-rempah khas daerah mereka masing-masing. Penampilannya pun mulai disajikan dalam berbagai bentuk yang berbeda, bukan hanya bulat, tapi juga persegi dan bentuk-bentuk lainnya.

Makanan ini menjadi semakin diminati pada abad ke 17 Masehi. Kue kering tidak hanya disajikan di rumah melainkan seringkali dijadikan sebagai bekal saat bepergian karena kue ini sangat awet. Awalnya pembuatan kue kering hanya dikerjakan di rumah masing-masing. Kemudian setelah revolusi industri pada abad ke 19, mulai didirikan industri yang membuat kue kering dalam jumlah besar dan dipasarkan ke masyarakat. Sejak saat itu, kue kering menjadi idola dan panganan yang wajib disajikan pada perayaan natal dan tahun baru di Eropa dan Amerika.

Semakin lama, kue kering menjadi semakin populer dan semakin diminati di seluruh dunia. Termasuk di negara-negara Asia, tidak terkecuali di Indonesia. Jenis kue kering yang paling populer di Indonesia adalah nastar. Kue nastar ini dibawa oleh Belanda sejak masa penjajahan. Nama nastar berasal dari dua kata dalam bahasa Belanda yakni “ananas”  yang berarti nanas dan “tart” yang berarti kue. Sehingga nastar memiliki arti kue berisi nanas (selai nanas) Resep asli nastar dari Belanda sebenarnya berupa kue kering berisi selai blueberry, namun karena buah blueberry sulit ditemukan di Indonesia, maka masyarakat Indonesia kemudian menggantinya dengan buah nanas. Sehingga muncullah istilah “ananas tart” yang kemudian disingkat menjadi “nastar”. Sejak saat itu, nastar dan kue kering lainnya menjadi hidangan yang digemari di masyarakat. Kue kering menjadi salah satu kue yang paling favorit di Indonesia saat perayaan hari keagamaan dan saat menyambut tamu.

Travel Note

Tips Wisata dan Jalan-Jalan